Mendengar dari teman tentang SOTO BATOK memang membuat kami jadi penasaran. Kalau SOTO memang tidak asing lagi di telinga orang Jogja. Tapi kalau SOTO BATOK seperti apa jadinya? Kalian tahu BATOK kan? Bukan BATUK loh...he he he.... Iyak betul, pinter banget!!! Batok adalah cangkang kulit kelapa. Bentuknya bulat, keras dan biasanya di bagian luar ada sisa serabut.
![]() |
| Anne, si kecil- Embun dan Ibunya (istri saya...cieee...) |
Daripada penasaran, maka kami pergi ke daerah Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Perjalanannya asyik terutama di pagi hari antara pukul 09.00 sampai 10.00 pagi. Udara masih segar, lalu lintas belum terlalu padat. Apalagi pas hari minggu, jalan solo - yogya yang biasanya super ramai dan padat kendaraan berat, kini lengang saja nyaris tanpa hambatan.
Dari arah kota Yogyakarta, kami berjalan menuju timur ke arah Solo. Tempatnya tidak jauh kok, hanya 10 menit saja ke arah timur Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Sebelum anda melihat gapura Akademi Angkatan Udara di sebelah kanan, ambil kiri tepat di belokan dengan papan nama Candi Sambisari.
Jalan menuju utara memang lurus, alus, aspal hotmix hitam legam. Pelan tapi pasti tidak perlu ngebut ya gaes, lurus aja ikuti jalan tidak perlu belok-belok. Setelah melewati selokan Mataram,silahkan mulai kurangi kecepatan ke arah Candi Sambisari. Mengapa Candi Sambisari? Bukan soto batok? Iya, sebab soto batok letaknya tepat di utara candi itu. Bagi pengendara roda dua bisa melewati jalan tanah persis di sebelah candi, sementara bagi pengendara roda empat harus sedikit melingkar lewat kanan melewati jalan aspal utama yang tadi.
![]() |
| SOTO BATOK |
Tepat di sebelah utara candi, terdapat warung soto yang super ramai. Parkir motor dan mobil terlihat penuh sesak di kanan kiri jalan. Warung itu terletak di tengah kampung, atau tepatnya di tengah sawah. Jalannya masih berupa jalan tanah yang sedikit berdebu di musim kemarau. Nah, silahkan parkir di situ aman kok, ada petugas parkir yang ramah dan sangat membantu kelancaran lalu lintas sekitar.
Warung SOTO BATOK memang terlihat sederhana, bahkan biasa saja penampilannya. Sekilas dari depan, hanya terlihat kwali soto dan beberapa tumpukan tempe goreng dan sate usus, teman setia soto yang senantiasa tersedia di wilayah Yogya.
Di pintu masuk anda akan dibantu beberapa orang yang dengan sabar dan telaten mencatat menu pesanan anda, lalu silahkan ambil nomor meja dan segera saja menuju tempat yang anda mau.
Tempatnya cukup luas memanjang ke belakang. Ada tempat duduk berupa meja dan kursi layaknya warung soto biasa, ada pula yang berupa lesehan panggung. Untuk anak-anak disediakan beberapa ayunan untuk menghilangkan penat perjalanan.
Tempatnya cukup luas memanjang ke belakang. Ada tempat duduk berupa meja dan kursi layaknya warung soto biasa, ada pula yang berupa lesehan panggung. Untuk anak-anak disediakan beberapa ayunan untuk menghilangkan penat perjalanan.
Setelah 5 menit, makanan dan minuman yang anda pesan segera datang. Ada soto beserta kripik tempe ukuran mini, beberapa tusuk usus ayam bacem dan minuman. hmmm... sungguh nikmat disantap, terlebih lagi disuguhi pemandangan sawah dan pohon-pohon cabai yang hijau asri. Sungguh berasa di langit ketujuh gaes....ha ha ha...
Pulang dari sana, jangan khawatir, kantong tak terkuras, sebab harga-harga masih ramah, soto cukup lima ribu saja, soto pisah cuma tujuh ribu, aneka minuman ada di kisaran dua ribu hingga tiga ribuan, sate dan kripik tempe gak lebih dari tiga ribu. Kenyang, puas, dan tenang karena dompet tidak keroncongan. Tinggal siapkan uang parkir roda dua - seribu, roda empat - tiga ribu. Udah deh...nikmat mana yang kau dustakan...
Ayookk gaess,...cobain segernya SOTO BATOK KALASAN....gak rugi dan gak bikin kapok..!!
![]() |
| Anne, anakku yang pertama, sedang memandang pohon cabai yang buahnya melambai-lambai |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar