Selasa, 31 Juli 2018

SERINDAI - KEDAI SEHANGAT SENYUM BUDHE

Kedai Kopi memang baru semarak di Jogja. Kedai-kedai yang lebih sering disebut 'Cafe' atau 'Kafe' kopi tersebut identik sebagai tempat nongkrong anak-anak muda yang mayoritas mahasiswa. Sekedar untuk minum kopi, menikmati makanan kecil dan ngobrol ngalor ngidul yang ambooyy enaknya. Sungguh memupuk selera!!!

Berbeda dengan SERINDAI, ini kedai kopi keluarga!!!

Memang tatanan ruang dan menunya tidak berbeda dengan kedai kopi pada umumnya, kecuali yang satu ini; desain khusus KEDAI KOPI KELUARGA. Apa bedanya? Tentu beda donk...lebih segar, ramah anak, lebih leluasa, lebih sehat, minim asap /bau rokok dan yang pasti suasananya hangat penuh rasa kekeluargaan. Mendatangi kedai ini serasa berkunjung ke rumah budhe!!! Superrrr...fantastik....!!! 

Menunya pun sedikit unik; di sini tersedia BUBUR LEMU, MIE AYAM WONOGIRI, dengan minuman ramah pisan seperti teh manis, es teh, lemon tea, disamping menu khas KEDAI KOPI seperti robusta, kopi papua, cold brew, vietnam drip dan lain sebagainya.

Kedai SERINDAI juga menyuguhkan makanan kecil khas dan unik bahkan terkesan legendaris karena susah didapat di toko-toko dan kedai lain, seperti kue panggang, bolu emprit, roti es dan lain sebagainya. Di sana juga tersedia kacang bawang khas Jogjakarta yang renyah dan wangi khas bawang putih. 

Desain interior SERINDAI juga sangat mengingatkan kita pada suasana ruang tamu rumah Jawa era 80-an yang sebagian besar berbahan kayu jati, furniture semi bulat-melingkar-lingkar dengan lapisan cat mengkilap kecoklatan. Saat berada di kedai, tak ubahnya seperti sedang mengunjungi rumah budhe nun di kampung yang penuh suasana hangat, ramah dan cozy.

Harga-harganya pun sangat murah dan terjangkau, dengan kisaran harga makanan antara 8 ribu hingga 15 ribu dan minuman antara 5 ribu hingga 10 ribu. Saya sekeluarga makan kenyang dan puas, cukup rogoh kocek 30 ribu saja untuk 4 orang. Waooooowwwww....

Ruang baca pun tersedia dengan koleksi buku-buku sastra karya Ananta Tur, buku bahasa Indonesia dan Inggris, sastra Jawa, dan buku-buku ekonomi/bisnis. Di sana juga tersedia buku pelajaran SD. Memang khas suasana keluarga!!!

Bagi anda yang masih keluarga muda seperti saya, kedai ini mampu menjembatani antara hasrat darah muda yang ingin nongkrong dengan hasrat tetap berkumpul dengan keluarga serta menjaga waktu berkualitas dengan anak-anak dan istri.  

Yang jelas, SERINDAI mampu memuaskan rasa rindu suasana rumah budhe yang ramah, hangat, penuh rasa kekeluargaan....duhhhh...jadi kangeeennn....

Yukkk cap cus gaes.....ke mana? SERINDAI donk....kemana lagi? wkwkwkwk... alamatnya ada di:

 Jl. Umbul Permai, Lojajar, Mgaglik, Sleman, Yogyakarta. Instagram: warung_kopi_serindai 

Memang SERINDAI-KEDAI KELUARGA

Anne dan Embun betahhhh banget...!!

Leluasa dan kids-friendly

Menu 'Super Murah-Ramah'

Snack Legendaris

Bubur LEMU

Koleksi Buku



BELI AKI - DI SINI (Recommended)

Siang ini pulang rapat dari kampus di bilangan Jl. Gejayan Yogyakarta. Ehh..tetiba inget motor saya mati akinya. Kasian istri kalau make motor sering gemes gegara klakson dan lampu sein tidak menyala. Demi keamanan dan kenyamanan bersama, maka saya niatkan untuk siang ini permasalahan aki harus segera kelar alias clear

Karena bingung dan sekaligus ada keperluan, maka mampirlah saya ke rumah teman sekaligus kuanggap saudara di daerah selatan Gembira Loka. Dipikir-pikir jauh juga dari Gejayan kok mampirnya Gembira Loka. But, it's OK. cieee....Bahasa Inggris donk...kan kerjanya ngajar Bahasa Inggris...upppss...ketauan promo....xixixiixii..

Ini gaes...toko aki di Jl. Menteri Supeno, recomended bangetlahh...!!! Telaten dan sabar. 
Info dari teman, ada toko aki bagus di daerah Jl. Menteri Supeno Yogyakarta. Ada yang tahu dimana letak jalan itu? Haahhhh...?? Gak tau..??? ckckckck...bener-bener keterlaluan....saya pun baru tahu...wuahahahahahaaa...itu tuh di daerah Tungkak (Bukan tumit loh...wkwkwk..). Ujung selatan Jl Tamansiswa, ada perempatan, lalu ke kiri, nah...itulah Jl. Menteri Supeno.

Tokonya ada di sebelah selatan jalan, dari lampu merah tungkak ke timur kurang lebih 20 meter saja, di selatan jalan...ingat yahhh...selatan jalan.....(Selatan=kidul=south). Nama toko memang tidak jelas, atau mungkin saya tidak melihatnya. 

Sampai sana, bener aja saya langsung tanya harga aki dan sebagainya. Untuk motor H**DA 125 CC harga aki di kisaran 160 ribu rupiah. But....kalau aki bekas anda tinggal, maka akan dihargai 15 ribu - 25 ribu rupiah. So, anggap aja itu adalah diskon atau potongan harganya. 

Pemiliknya saya lupa tidak tanya nama, tapi masih seumuran saya (35 - 40 tahun), ramah baik hati, tidak sombong dan senengnya; apapun yang tidak beres, seperti kabel-kabel dsb selalu dia bereskan tanpa pasang tambahan biaya. Wuaaahhh...dijamin PUAASSSSSSS....

Toko AKI yang satu ini memang sangat recommended bangetlah!!! Dijamin anda akan senang. Sayangnya memang area sekitar lampu merah sering macet, sehingga toko sering ga kelihtan tertutup padatnya kendaraan.   

Buka jam 9.00 pagi hingga jam 5.00...atau jam buka bengkel pada umumnya. Rata-rata merk yang dijual adalah G* untuk motor maupun mobil. 

Minggu, 29 Juli 2018

CANDI SAMBISARI NAN ELOK BERSERI

Hai kawan-kawan sebangsa dan setanah air Indonesia, salam jumpa lagi...

Perjalanan kali ini, kita sampai di CANDI SAMBISARI, KALASAN, YOGYAKARTA. Dari arah kota Yogyakarta ke timur, 4 KM sebelum Candi Prambanan. 

Candi Sambisari berada di cekungan
Setelah makan SOTO BATOK Kalasan, kami menyempatkan diri mampir ke candi ini. Candi Sambisari memang tidak sebesar Candi Prambanan. Candi ini sekilas tampak berada di cekungan, diduga candi ini sempat terpendam lama setelah erupsi Merapi yang dasyat ratusan tahun yang lalu. 

Candi Sambisari berada di wilayah Dukuh Sambisari, Kalasan. Candi ini awalnya ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani yang bekerja menggarap sawah milik Bapak Karyowinangun. Mungkin waktu itu, sang petani sedang mencangkul gitu ya gaes, lalu tiba-tiba 'clang..!!' cangkul nyangkut pada sebuah batu yang ternyata adalah bagian dari sebuah candi. 

Berita penemuan itu sampai ke telinga petugas kantor purbakala di Prambanan. Maka lokasi tersebut diamankan untuk keperluan rekonstruksi candi. Mungkin sang petani tersebut melapor ke pemilik tanah dan pemilik tanah melapor ke pak lurah dan sebagainya. Bisa dibayangkan, jika kejadian itu terjadi saat ini, so pasti akan jadi VIRAL di instagram dan sebagainya. Mungkin si petani pun jadi beken gara-gara selfy...wkwkwkwk....siapa tau yekan.... 

Pada tahun 1987 candi ini selesai direkonstruksi. Hasil rekonstruksi menunjukkan bahwa CANDI SAMBISARI merupakan candi abad ke-9. Tua betul ya! Abad ke-9 berarti tahun delapan ratus sekian gitu ya gaes. So pasti nenek buyut saya pun belum lahir tuh! He he he hee..

Cocok untuk olahraga keluarga
CANDI SAMBISARI sangat menarik lho kawan-kawan! Ukurannya sedang, tidak terlalu besar, sangat sesuai untuk rekreasi keluarga, terutama keluarga muda yang anak-anaknya masih kecil. Selain wisata budaya, di candi ini kita bisa sekalian latihan otot jantung dan paru-paru karena kontur tanahnya yang naik turun. 

Lokasi seputar candi cukup teduh dengan pepohonan yang merata ke segala penjuru. Di kompleks candi juga disediakan beberapa gasebo kayu yang indah, cukup kokoh dan nyaman untuk digunakan oleh 8 hingga 10 orang sambil duduk menikmati pemandangan dan angin yang kadang bikin ngantuk xixixixi....

Tiket masuk sangat terjangkau kantong anak kos-kosan, cukup 5000 rupiah saja untuk wisatawan lokal dan 10.000 rupiah untuk wisatawan mancanegara. Parkir roda dua-2000 rupiah, mobil-5000 rupiah, bis-15.000 rupiah, pesawat parkir di bandara saja yaaa...wkwk.. 

Dijamin MURAH, MERIAH, SEHAT dan MEMPERKAYA WAWASAN SEJARAH..!!! 

Candi yang cantik bersudut-sudut
Anne - Embun menikmati candi



Papan Nama saja
Tertera berapa biaya masuknya

Orisinil-karcis parkir wkwk..


    

SOTO BATOK: MURAH GAK BIKIN KAPOK

Mendengar dari teman tentang SOTO BATOK memang membuat kami jadi penasaran. Kalau SOTO memang tidak asing lagi di telinga orang Jogja. Tapi kalau SOTO BATOK seperti apa jadinya? Kalian tahu BATOK kan? Bukan BATUK loh...he he he.... Iyak betul, pinter banget!!! Batok adalah cangkang kulit kelapa. Bentuknya bulat, keras dan biasanya di bagian luar ada sisa serabut. 

Anne, si kecil- Embun dan Ibunya (istri saya...cieee...)
Daripada penasaran, maka kami pergi ke daerah Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Perjalanannya asyik terutama di pagi hari antara pukul 09.00 sampai 10.00 pagi. Udara masih segar, lalu lintas belum terlalu padat. Apalagi pas hari minggu, jalan solo - yogya yang biasanya super ramai dan padat kendaraan berat, kini lengang saja nyaris tanpa hambatan.

Dari arah kota Yogyakarta, kami berjalan menuju timur ke arah Solo. Tempatnya tidak jauh kok, hanya 10 menit saja ke arah timur Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Sebelum anda melihat gapura Akademi Angkatan Udara di sebelah kanan, ambil kiri tepat di belokan dengan papan nama Candi Sambisari.

Jalan menuju utara memang lurus, alus, aspal hotmix hitam legam. Pelan tapi pasti tidak perlu ngebut ya gaes, lurus aja ikuti jalan tidak perlu belok-belok. Setelah melewati selokan Mataram,silahkan mulai kurangi kecepatan ke arah Candi Sambisari. Mengapa Candi Sambisari? Bukan soto batok? Iya, sebab soto batok letaknya tepat di utara candi itu. Bagi pengendara roda dua bisa melewati jalan tanah persis di sebelah candi, sementara bagi pengendara roda empat harus sedikit melingkar lewat kanan melewati jalan aspal utama yang tadi.  

SOTO BATOK
Tepat di sebelah utara candi, terdapat warung soto yang super ramai. Parkir motor dan mobil terlihat penuh sesak di kanan kiri jalan. Warung itu terletak di tengah kampung, atau tepatnya di tengah sawah. Jalannya masih berupa jalan tanah yang sedikit berdebu di musim kemarau. Nah, silahkan parkir di situ aman kok, ada petugas parkir yang ramah dan sangat membantu kelancaran lalu lintas sekitar. 

Warung SOTO BATOK memang terlihat sederhana, bahkan biasa saja penampilannya. Sekilas dari depan, hanya terlihat kwali soto dan beberapa tumpukan tempe goreng dan sate usus, teman setia soto yang senantiasa tersedia di wilayah Yogya. 

Di pintu masuk anda akan dibantu beberapa orang yang dengan sabar dan telaten mencatat menu pesanan anda, lalu silahkan ambil nomor meja dan segera saja menuju tempat yang anda mau.

Tempatnya cukup luas memanjang ke belakang. Ada tempat duduk berupa meja dan kursi layaknya warung soto biasa, ada pula yang berupa lesehan panggung. Untuk anak-anak disediakan beberapa ayunan untuk menghilangkan penat perjalanan. 

Setelah 5 menit, makanan dan minuman yang anda pesan segera datang. Ada soto beserta kripik tempe ukuran mini, beberapa tusuk usus ayam bacem dan minuman. hmmm... sungguh nikmat disantap, terlebih lagi disuguhi pemandangan sawah dan pohon-pohon cabai yang hijau asri. Sungguh berasa di langit ketujuh gaes....ha ha ha...

Pulang dari sana, jangan khawatir, kantong tak terkuras, sebab harga-harga masih ramah, soto cukup lima ribu saja, soto pisah cuma tujuh ribu, aneka minuman ada di kisaran dua ribu hingga tiga ribuan, sate dan kripik tempe gak lebih dari tiga ribu. Kenyang, puas, dan tenang karena dompet tidak keroncongan. Tinggal siapkan uang parkir roda dua - seribu, roda empat - tiga ribu. Udah deh...nikmat mana yang kau dustakan...

Ayookk gaess,...cobain segernya SOTO BATOK KALASAN....gak rugi dan gak bikin kapok..!!


Anne, anakku yang pertama, sedang memandang pohon cabai yang buahnya melambai-lambai